Aluminium Alloy

Aluminium Alloy

Aluminium merupakan senyawa kimia yang berasal dari bahasa latin yaitu alum atau alumen yang berarti bitter salt atau garam pahit. Aluminium merupakan salah satu jenis logam yang terdapat pada kerak bumi. Meskipun jumlahnya cukup banyak, aluminium jarang ditemukan dalam bentuk aslinya. Biasanya aluminium terdapat dalam batuan sejenis bauxite dan cryolite. Sebagian besar aluminium yang digunakan dalam proses industri diekstrasi melalui proses bernama Hall – Heroult. Pada proses ini, aluminium oksida dihilangkan dari cryolite yang telah dilelehkan dan kemudian dialiri listrik untuk mengubahnya menjadi aluminium alami.

Sifat dasar aluminium yang tidak terlalu kuat, maka material ini biasa dipadukan dengan bahan lain untuk memperoleh sifat yang diperlukan. Hasil dari perpaduan itulah yang disebut dengan aluminium alloy. Unsur – unsur yang biasa dipadukan dengan aluminium adalah tembaga, mangan, magnesium, dan silikon.


Aluminium memiliki warna putih keperakan dan berat yang ringan. Tesktur aluminium cukup lunak oleh karena itu aluminium mudah dibentuk dan diproses sesuai kebutuhan. Aluminium tidak beracun, merupakan salah satu konduktor panas yang baik dan tahan terhadap perubahan suhu dan paparan korosif. Hal ini lah yang membuat material aluminium sering digunakan dalam dunia industri seperti produk makanan dan minuman yang menggunakan kaleng dan foil, peralatan masak, kusen jendela, hingga komponen dari pesawat terbang. Selain untuk bahan baku industri, aluminium juga banyak dimanfaatkan sebagai pelapis benda – benda seperti cermin, teleskop, kertas dekoratif, dan mainan anak – anak.

Aluminium juga memiliki daya hantar yang lebih besar dari tembaga, oleh karena itu aluminium digunakan sebagai kabel pada tiang listrik.