Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya?

Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini.

alumnium alloy, stainless steel, anti karat

Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya? Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini. alumnium alloy, stainless steel, anti karat

Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya? Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini. alumnium alloy, stainless steel, anti karat
Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya? Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini. alumnium alloy, stainless steel, anti karat
Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya? Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini. alumnium alloy, stainless steel, anti karat

stainless steel jakarta,jual aluminium lembaran,jual aluminium bar,bronze jakarta,jual bronze,jual conveyor,insulating varnish,selang ac terbaik,jual pipa tembaga,jual pipa ac,jual plat tembaga,jual cucrzr,jual pvc lembaran,jual teflon ptfe,selang hidrolik industri,selang ac mobil

Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya?

Aluminium Alloy vs Stainless Steel: Antikarat, Apa Bedanya?

Perbincangan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel merupakan salah satu bahan diskusi yang menarik. Pasalnya, Aluminium Alloy dikenal karena ketahanannya terhadap korosi. Hal ini pula yang dikenal masyarakat luas tentang Stainless Steel. Stainless Steel dipandang sebagai material yang tidak bisa berkarat. Berbagai peranti yang akrab dalam keseharian pun banyak yang dibuat menggunakan material Stainless Steel. Persepsi yang mirip terhadap ketahanan kedua material ini terhadap korosi pun akan memicu keinginan untuk memperbandingkan. Sama-sama antikarat, lantas apa bedanya? Kapan Aluminium Alloy bisa digunakan dan kapan Stainless Steel harus dipilih? Untuk itu, simaklah 8 poin yang menguraikan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel berikut ini.

 

1. Ketahanan Terhadap Karat

Meski sama-sama tahan karat, bentuk ketahanan Stainless Steel dan Aluminium Alloy cukup berbeda. Stainless Steel bisa bertahan dari korosi karena permukaannya dibuat dengan lapisan krom. Apabila lapisan krom ini rusak, Stainless Steel tidaklah lagi memiliki perlindungan sehingga bisa berkarat. Adapun, logam aluminium sendiri sudah bersifat antikarat karena reaksinya yang sangat sensitif terhadap udara. Ketika permukaan aluminium terpapar udara, akan terbentuk lapisan tipis yang melindungi logam dari korosi. Apabila lapisan ini dikelupas, bagian logam yang terbuka akan segera bereaksi dan kembali membentuk lapisan baru. Sifat ini tetap bertahan meski aluminium telah dipadukan dengan logam lain menjadi Aluminium Alloy. Hanya saja, reaktivitas Aluminium Alloy terhadap udara menjadi bervariasi tergantung jenis logam paduannya.

 

2. Berat dan Kekuatan

Aluminium Alloy jauh lebih ringan daripada Stainless Steel. Adapun, Stainless Steel jauh lebih kuat daripada Aluminium Alloy. Oleh karena itu, untuk menggunakan Aluminium Alloy, perlu diperhatikan seberapa besar kekuatan yang diperlukan. Terdapat berbagai macam jenis Aluminium Alloy dengan beragam kekuatan pula. Ada Aluminium Alloy yang masih bisa memenuhi kebutuhan konstruksi yang mengandalkan kekuatan, tetapi ada juga jenis yang hanya bisa digunakan untuk keperluan ringan. Semakin murni suatu paduan aluminium, semakin ringkih pula paduan tersebut. Aluminium Alloy yang kuat biasanya memiliki magnesium sebagai campuran utamanya. Alloy yang kuat dapat digunakan sebagai material konstruksi bangunan, jembatan, hingga rangka pesawat terbang. Sementara itu, jenis Aluminium Alloy yang kurang kuat bisa digunakan sebagai material pembuat pintu atau jendela.

 

3. Harga

Dibandingkan dengan Stainless Steel, harga Aluminium Alloy jauh lebih murah. Oleh karena itu, jika kekuatan suatu konstruksi atau produk sudah dapat dipenuhi oleh Aluminium Alloy, material ini sering kali lebih dipilih daripada Stainless Steel.

 

4. Daya Hantar Panas

Aluminium Alloy memiliki daya hantar panas yang lebih baik daripada Stainless Steel. Lantaran sifat ini, ditambah dengan perhitungan dari sisi ekonomis, aluminum alloy banyak digunakan sebagai material yang berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata. Beberapa pemanfaatan daya hantar panas Aluminium Alloy bisa ditemukan pada radiator mobil, suku cadang AC, dan juga beberapa bagian pada ponsel pintar (smartphone).

 

5. Daya Hantar Listrik

Dibandingkan kebanyakan logam, Stainless Steel memiliki daya hantar listrik yang sangat buruk. Hal ini berbanding terbalik dengan Aluminium Alloy, yang justru dapat menghantarkan listrik dengan sangat baik. Sifat Aluminium Alloy yang ringan, antikarat, tahan terhadap panas, serta bisa menghantarkan listrik dengan sangat baik membuatnya terpilih menjadi salah satu material utama dalam produksi kabel, terutama untuk kabel tegangan tinggi.

 

6. Pengolahan dan Pengelasan

Untuk produk-produk yang memerlukan pengolahan lebih lanjut, seperti pemotongan dan pemasangan, stainless steel menjadi pilihan yang lebih baik daripada Aluminium Alloy. Stainless steel relatif lebih mudah dipotong dan juga disambung. Demikian pula, stainless steel merupakan material yang mudah dilas. Sebaliknya, aluminium sendiri merupakan material yang sulit untuk dilas. Ketika sudah dipadukan dengan logam lain menjadi Aluminium Alloy, karakter tersebut bisa saja berubah sehingga Aluminium Alloy dapat dilas. Namun, pengelasan pada Aluminium Alloy juga bukanlah hal sembarangan. Diperlukan pemilihan jenis Aluminium Alloy yang tepat serta diperlukan pula teknik-teknik khusus untuk bisa mengelas Aluminium Alloy.

 

7. Ketahanan Terhadap Panas

Stainless steel cukup tahan terhadap panas, bahkan masih bisa bertahan sampai pada suhu 400 °C. Namun, tidak demikian halnya dengan Aluminium Alloy. Pada seri Aluminium Alloy tertentu, material ini cukup tahan terhadap panas. Semakin murni paduan Aluminium Alloy, semakin ringkih dan tidak tahan panas material tersebut. Oleh karena itu, jika Aluminium Alloy akan digunakan pada tingkat suhu tertentu yang cukup panas, pastikan untuk memilih Aluminium Alloy dari seri dan campuran yang tepat.

 

8. Pengaruh Terhadap Makanan

Secara umum, makanan masih aman dimakan ketika terpapar produk berbahan stainless steel. Peralatan dapur pun banyak yang terbuat dari bahan stainless steel. Adapun, beberapa jenis Aluminium Alloy juga cukup aman untuk dipaparkan pada makanan, misalnya Aluminium Alloy yang digunakan untuk produk aluminium foil, peralatan dapur, ataupun kemasan makanan/minuman. Beberapa jenis Aluminium Alloy lainnya masih belum disarankan untuk digunakan bersama produk makanan. Pasalnya, aluminium dari material tersebut dikhawatirkan masih bisa bereaksi dengan makanan dan membentuk senyawa tertentu sehingga berpengaruh terhadap rasa dan warna. Oleh karena itu, ketika menggunakan Aluminium Alloy untuk produk makanan, pastikan untuk memilih jenis Aluminium Alloy yang sesuai.

 

Menarik sekali bukan perbandingan Aluminium Alloy Vs Stainless Steel di atas. Darinya, mulai terlihat perbedaan antara Aluminium Alloy dengan Stainless Steel. Kedua material tersebut memiliki karakter khas yang bisa dimanfaatkan untuk penggunaan yang sesuai. Kiranya, uraian di atas dapat digunakan sebagai panduan untuk memilih material antikarat yang sesuai pada setiap kebutuhan.

Share this Post:
>

Related Posts :

0 Comments

Leave a Comment

stainless steel jakarta,jual aluminium lembaran,jual aluminium bar,bronze jakarta,jual bronze,jual conveyor,insulating varnish,selang ac terbaik,jual pipa tembaga,jual pipa ac,jual plat tembaga,jual cucrzr,jual pvc lembaran,jual teflon ptfe,selang hidrolik industri,selang ac mobil