Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya

Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya.

stainless steel, metalurgi

Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya. stainless steel, metalurgi

Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya. stainless steel, metalurgi
Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya. stainless steel, metalurgi
Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya. stainless steel, metalurgi

terbaik, jakarta, jual stainless steel, aluminium, bar, bronze, conveyor, insulating varnish, selang ac mobil hidrolik industri, plat pipa tembaga, cucrzr, pvc lembaran, teflon ptfe, selang hidrolik industri, selang ac mobil

Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya

Stainless Steel: Karakteristik, Grade Serta Penggunaannya

Stainless Steel adalah paduan logam yang pasti sudah sering Anda dengar. Aplikasinya pun umum ditemui salah satunya adalah sebagai bahan peralatan masak dan dapur. Dalam metalurgi, paduan ini dikenal dengan sebutan baja inox dengan kandungan kromium minimal 11% dari massa dan campuran karbon maksimal 1,2% berdasarkan massa. Dari perpaduan beragam unsur inilah dihasilkan logam baru dengan karakteristik yang baru. Inilah yang membuat Stainless Steel memiliki beragam keunggulan yang tidak dimiliki oleh unsur pembentuknya.

 

Karakteristik Stainless Steel

Ada beberapa karakteristik pada Stainless Steel yang membuatnya dimanfaatkan oleh berbagai sektor.

 

1. Memiliki presentase kromium yang tinggi

Dengan kandungan kromium minimal 10,5%, Stainless Steel memiliki pelindung yang membuatnya tidak mudah terpengaruh oleh kondisi di sekitarnya. Baik karena suhu maupun zat-zat yang menyebabkan korosi.

 

2. Tahan terhadap karat

Untuk mendapatkan sifat tahan karat, logam lain harus melalui proses galvanisasi terlebih dahulu. Tapi Stainless Steel memiliki daya tahan terhadap karat yang alami, tanpa proses fabrikasi. Lapisan oksida stabil yang terdapat pada permukaannya memiliki sifat self-healing yang akan tetap bertahan meski material dipotong dan dirusak.

 

3. Tahan lama dan perawatannya mudah

Permukaan peralatan yang dibuat dari Stainless Steel sangat mudah dirawat. Karena tahan karat, material ini juga tahan lama dan tidak gampang rusak karena oksidasi dan pengaruh lingkungan lainnya.

 

4. Keras dan memiliki kekuatan tarik yang tinggi

Stainless Steel memiliki kekuatan tarik yang tinggi dibandingkan dengan jenis baja ringan. Jenis dupleks misalnya, memiliki daya tarik yang lebih kuat dibanding Stainless Steel austenitik. Jenis Stainless Steel yang kekuatan tariknya paling tinggi adalah martensit.

 

5. Tahan terhadap suhu rendah

Stainless Steel adalah salah satu paduan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu rendah. Pengukurannya dilakukan dengan melihat keuletan material pada suhu di bawah nol. Jenis Stainless Steel austenitik akan memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi pada suhu rendah dibanding saat berada di suhu normal.

 

6. Memiliki tampilan menarik

Salah satu ciri khas material ini adalah permukaannya yang berwarna perak mengkilap. Inilah yang membuat barang-barang yang dibuat dari Stainless Steel terlihat estetik. Karena permukaannya yang menarik, Stainless Steel banyak dimanfaatkan untuk tujuan dekoratif termasuk pembuatan peralatan makan dan panel eksterior gedung.

 

Grade Stainless Steel dan Kegunaannya

Berdasarkan kandungan unsur kimia di dalamnya, Stainless Steel dibagi ke dalam beberapa kelas utama. Masing-masing kelas/grade ini memiliki presentase dan penggunaan yang berbeda-beda pula. Simak uraian lengkapnya berikut ini!

 

1. Straight Grade

Straight grade memiliki kandungan karbon maksimum 0,08%. Grade L misalnya, memiliki kandungan karbon yang rendah (hanya sekitar 0,03%) untuk menghindari presipitasi karbida (pembentukan karat akibat proses pengelasan). Harga Stainless Steel grade L juga cenderung lebih mahal dan banyak dimanfaatkan untuk pembuatan benda yang memerlukan proses pengelasan.

Selanjutnya masih ada Stainless Steel tipe 304, tipe 316, tipe 317, 317L, 317 LM dan 317 LMN. Untuk ketahanan terhadap korosi dan paparan intermiten titanium, tipe 321 banyak digunakan. Sementara tipe 347 yang diberi tambahan tantalum/columbium dimanfaatkan dalam industri pesawat terbang.

 

2. Grade Martensit

Untuk industri yang memerlukan material Stainless Steel dengan tingkat kekerasan, kekuatan dan resistensi yang tinggi, grade Martensit sangat disarankan. Jenis ini dikembangkan dengan memadukan sekelompok Stainless Steel yang tahan korosi serta dapat mengeras dengan perlakukan panas. Grade ini juga memiliki sifat magnetik.

Grade paling dasar dalam martensit adalah grade 410 yang banyak digunakan untuk lingkungan dengan korosi tidak terlalu parah. Jenis 410S mengandung karbon yang lebih rendah tapi dapat dilas dan memiliki tingkat pengerasan lebih rendah. Jenis 414 diberi tambahan nikel sementara jenis 420 ditambah karbon untuk meningkatkan sifat mekanik yang aplikasinya banyak ditemukan pada instrumen bedah.

Pada jenis 416, ada tambahan fosfor dan sulfur yang dapat meningkatkan machinability material. Umumnya dimanfaatkan untuk bagian-bagian sekrup atau baut mesin. Jenis 431 memiliki kandungan kromium yang lebih tinggi dengan sifat mekanik lebih baik untuk bahan katup dan pompa.

 

3. Grade Feritik

Grade feritik banyak dimanfaatkan untuk tujuan dekoratif seperti pembuatan bak wastafel hingga aplikasi otomotif khususnya saluran pembuangan. Stainless Steel Feritik memiliki kandungan karbon 10,5% dan kromium 27%. Sama seperti martensit, Feritik dibuat tanpa nikel.

Grade ini juga memiliki beberapa turunan lain seperti tipe 430 yang merupakan tipe dasar. Tipe ini memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi dari asam nitrat, gas sulfur serta berbagai komponen organik dari makanan.

Tipe 405 memiliki kandungan kromium rendah dengan tambahan Aluminium untuk mencegah pengerasan. Selain itu masih ada tipe 409, tipe 434, tipe 436, tipe 442 dan tipe 446. Masing-masing tipe memiliki kadar kromium yang berbeda dengan tambahan unsur lain. Aplikasinya pun beragam.

 

4. Grade Dupleks

Dupleks merupakan grade terbaru dari Stainless Steel. Kelas ini didapat dari kombinasi antara austenitik dengan material Feritik. Paduan ini memiliki daya tahan sangat tinggi terhadap korosi dan biasanya bisa Anda dapatkan dengan memesan di pabrik.

 

5. Precipitation Hardening Grades

Tipe ini menawarkan kombinasi dari kekuatan, kemudahan perlakuan panas dan ketahanan terhadap korosi yang tidak ditemukan pada tipe lainnya.

 

6. Tipe Superalloy

Ketika tipe 316 dan 317 tidak lagi sanggup menahan beban, tipe inilah yang digunakan. Di dalamnya terdapat jumlah nikel atau kromium dan molibdenum yang tinggi. Harganya juga cenderung lebih mahal dan sulit didapat.

Share this Post:
>

Related Posts :

1 Comments

  1. Mohon keterangan untuk tipe 201. Apa saja keunggulannya dan apa kekurangannya. karena saya pengguna produk stainless steel, terima kasih atas penjelasannya

Leave a Comment

terbaik, jakarta, jual stainless steel, aluminium, bar, bronze, conveyor, insulating varnish, selang ac mobil hidrolik industri, plat pipa tembaga, cucrzr, pvc lembaran, teflon ptfe, selang hidrolik industri, selang ac mobil