Bronze Alloys

Bronze Alloys

Bronze merupakan logam yang paling awal dikenal oleh manusia. Logam dengan perpaduan antara tembaga dan timah ini biasanya juga dipadukan dengan logam lain seperti mangan (Mn), aluminium (Al), nikel (Ni), fosfor (P), silikon (Si), arsenik (As), atau seng (Zn). Bronze lebih mudah melebur / meleleh. Bronze mempunyai ciri fisik berwarna emas kusam, oleh karenanya banyak orang yang mengira bronze dan brass adalah logam yang sama. Walaupun bronze dan brass memiliki kemiripan dari warna emas kusam, namun dapat dibedakan dengan permukaan bronze yang terdapat cincin pudar. Pada dasarnya bronze adalah paduan tembaga (Cu) dan timah putih (Sn) dimana kandungan timah putih max 20%. Kandungan (Sn) inilah yang sangat mempengaruhi tingkat kekerasannya. Untuk memperbaiki sifat pengerjaan mesin dan pengecoran maka bronze dipadukan lagi dengan seng (Zn) dan timah hitam / timbal (Pb) agar menghasilkan bronze yang murah namun dapat dicor / dituang. Bronze banyak dipakai untuk bahan bushing, bantalan, piting pipa, mur poros, dan roda gigi cacing, dan baling – baling kapal.Umumnya kekuatan tarik perunggu dapat dibandingkan dengan besi cor dengan kekuatan tarik 200 – 250 N/ mm 2 tetapi tidak getas.

Jenis – jenis bronze ada beberapa macam menyesuaikan dengan aplikasinya, seperti sliding seperti bushing maka dapat menggunakan bronze tipe LG – 2 , sedangkan untuk roda gigi membutuhkan kekuatan yang lebih tingi dan putaran yang rendah. Maka direkomendasikan jenis aluminium bronze. Bronze biasanya dijual dalam bentuk as (bulat pejal), pipa (hollow) dan plate.