Stainless Steel Alloys

Stainless Steel Alloys

Stainless Steel adalah paduan logam yang terdiri dari besi, krom, mangan, silikon, karbon, dan nikel serta molybdenum dalam jumlah yang banyak. Stainless steel juga dikenal dengan nama lain CRES atau baja tahan korosi (baja Inox). Stainless steel disebut juga dengan baja tahan karat karena mengandung unsur gabungan antara kromium dan besi. Hampir seluruh stainless steel mengandung 10% krom. Kandungan unsur krom tersebut yang melapisi stainless steel dari terpaan korosi.

Peralatan yang terbuat dari stainless steel tidak membutuhkan perawatan yang kompleks dan tidak mudah rusak karena proses oksidasi.nila dibandingkan dengan baja ringan, stainless steel cenderung memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Kekuatan Tarik tertinggi terlihat di martensit (431) dan nilai poengerasan presipitasi (17 - 4 PH). Nilai tersebut dapat memiliki kekuatan dua kali lipat dari jenis 304 dan 316 jenis stainless steel yang paling umum digunakan.

Resistensi terhadap suhu rendah diukur dengan keuletan atau ketangguhan pada sub nol suhu. Pada suhu rendah kekuatan tarik stainless steel lebih tinggi daripada suhu kamar secara substansial.

Stainless steel berwarna perak mengkilap sehingga barang – barang yang terbuat dari stainless steel tampak lebih menarik. Tampilan yang menarik inilah yang membuat material stainless steel ini sering digunakan pada berbagai bidang kehidupan manusia.